Semarang – Suasana belajar yang penuh kreativitas dan inovasi tampak di kelas IV Sekolah Dasar Juara Semarang. Dalam pembelajaran Matematika berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), para siswa tidak hanya mempelajari konsep bangun ruang, tetapi juga mengaplikasikannya dalam sebuah proyek nyata dengan membuat miniatur rumah sederhana yang memanfaatkan energi listrik alternatif dari panel surya.
Pembelajaran diawali dengan pengenalan berbagai jenis bangun ruang, meliputi kubus, balok, dan prisma segitiga. Melalui kegiatan eksplorasi, siswa menghitung luas sisi dan volume masing-masing bangun ruang sebagai bekal dalam merancang konstruksi rumah. Mereka kemudian mengintegrasikan berbagai bentuk bangun ruang tersebut menjadi sebuah model rumah sederhana yang kokoh dan proporsional.
Keunikan proyek ini terletak pada penerapan konsep STEM yang menghubungkan ilmu Matematika dengan Sains dan Teknologi. Setelah menyelesaikan rancangan bangunan, siswa memasang panel surya sederhana sebagai sumber energi alternatif. Energi listrik yang dihasilkan panel surya dimanfaatkan untuk menyalakan lampu LED sekaligus mengisi daya baterai, sehingga miniatur rumah yang dibuat tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki fungsi nyata sebagai contoh pemanfaatan energi terbarukan.
Selama proses pembelajaran, siswa bekerja secara berkelompok untuk berdiskusi, merancang, mengukur, memotong bahan, merakit bangunan, hingga melakukan uji coba rangkaian listrik. Aktivitas ini melatih kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi yang menjadi kompetensi penting dalam pembelajaran abad ke-21.
Guru kelas IV yang akrab dipanggil Pak Yudi menyampaikan bahwa proyek ini dirancang agar peserta didik memahami bahwa Matematika tidak hanya berupa rumus dan perhitungan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui berbagai inovasi. Dengan pendekatan STEM, siswa diajak menemukan hubungan antara konsep geometri dengan teknologi ramah lingkungan yang saat ini semakin dibutuhkan.
Kepala Sekolah Dasar Juara Semarang Dwi Ismawati S.T mengapresiasi antusiasme para siswa selama mengikuti kegiatan. Menurutnya, pembelajaran berbasis proyek seperti ini mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna karena peserta didik belajar melalui praktik langsung, bereksperimen, dan menghasilkan karya yang bermanfaat.
Melalui kegiatan ini, Sekolah
Dasar Juara Semarang terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang inovatif,
menyenangkan, dan relevan dengan perkembangan zaman. Diharapkan pengalaman
belajar ini dapat menumbuhkan kecintaan siswa terhadap Matematika, meningkatkan
literasi sains dan teknologi, serta membangun kepedulian terhadap pemanfaatan
energi bersih demi masa depan yang lebih berkelanjutan.
Sekolah Dasar Juara Semarang percaya bahwa setiap anak memiliki potensi untuk menjadi inovator masa depan. Melalui pembelajaran STEM, siswa tidak hanya belajar memahami konsep, tetapi juga belajar menciptakan solusi bagi kehidupan yang lebih baik.
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)




0 Komentar